Posted in CatatanNe

Game 1 Wahana Istana Pasir

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ibarat Istana Pasir, menjadi ibu profesional butuh usaha untuk menyusunnya setahap demi setahap agar terciptalah sebuah istana yang nyaman dan membahagiakan.

Ingin menjadi ibu profesional seperti apakah saya? Sebelum menjawabnya, saya ingin terlebih dulu jelaskan apa makna Ibu Profesional menurut saya.

Makna Ibu Profesional bagi saya adalah ketika kita sebagai seorang perempuan mampu menempatkan diri sesuai posisi. Saat sebagai seorang istri, ibu dan juga sebagai individu. Menjalani setiap peran dengan bahagia, tidak memaksakan diri melakukan apa yang tidak dikuasai dan disukai. Selalu berpikiran terbuka dan mau mengupgrade kualitas diri sesuai dengan peran yang dipilih.

Untuk mencapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya lakukan, melalui proses pembelajaran di Bunda Sayang Batch 6 Ibu Profesional.

1. Saya ingin belajar memilih skala prioritas. Dalam hal ini memilih mana yang lebih utama dan harus disegerakan.

2. Belajar memanajen waktu dengan baik, agar setiap waktu, tenaga dan pikiran digunakan untuk hal yang bermanfaat. Terutama untuk keluarga.

3. Meng-upgrade ilmu serta berpikiran terbuka untuk hal baru. Tidak menutup diri atas suatu ilmu. Terutama sekali ilmu tentang parenting. Karena saya ingin bisa mendampingi tumbuh kembang anak dengan baik. Bisa memberikan pendidikan pertama bagi anak-anak sebagai bentuk amanah dari Allah.

4. Memanajemen emosi, bisa lebih sabar dan konsisten dalam mendampingi anak-anak di rumah. Untuk itu saya harus selesai dengan diri saya sendiri. Berdamai dengan masa lalu dan

5. Tetap produktif di tengah kesibukan sebagai seorang istri dan ibu. Sebagai seorang individu yang memiliki passion dalam menulis saya ingin menghasilkan banyak karya yang bermanfaat.

6. Lebih mendekat pada Allah dengan terus menambah ilmu tentang agama baik melalui kajian secara daring maupun secara langsung.

7. Selalu berkomunikasi dengan suami dan melibatkan suami dalam proses mendidik anak-anak di rumah.

8. Menjadi ibu bahagia.

Dari beberapa hal di atas saya berharap mampu menyusun istana pasir versi saya sendiri. Saya lakukan dengan tolak ukur sesuai kapasitas dan tidak memaksakan sesuatu di luar batas kemampuan saya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah ridho suami, agar Allah pun senantiasa meridhoi jalan yang saya tempuh. Aamiin.

@fitrianelestari

Posted in CatatanNe

Selamat Datang Agustus

Bismillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah sudah masuk bulan Agustus, bulan istimewa buat saya karena di bulan ini pula saya dilahirkan.

Sebelum bicara tentang banyak agenda bulan Agustus ini, saya ingin membahas sedikit tentang bulan Juli kemarin. Jadi bulan Juli saya kurang produktif dalam menulis. Hanya lima atau enam tulisan saja yang saya tulis di blog. Bahkan dalam program KLIP saya tidak mendapatkan bedge dasar. Untuk mendapatkan bedge dasar harus menulis sepuluh tulisan.

Sebenarnya bukan tidak menulis sama sekali, karena saya harus menyelesaikan beberapa naskah antologi di bulan Juli. Selain naskah antologi saya juga sedang proses naskah novel yang juga butuh perhatian. Kebetulan di bulan Juli saya mengikuti kelas novel dan masuk dalam pendampingan.

Bulan Agustus nanti akan jadi bulan yang cukup sibuk dengan beberapa agenda. Kebetulan saya sudah terdaftar di kelas Bunda Sayang Batch 6 Ibu Profesional yang pra kuliahnya sudah dimulai sejak akhir Juli kemarin dan akan berlangsung hingga sebulan ke depan. Setiap pekan akan ada materi dan tugas yang harus dituntaskan. Meski bukan untuk menentukan kelolosan oada tahao berikutnya, namun saya berharap dapat menuntaskan semua tugasnya dengan tepat waktu.

Selain kelas Bunda sayang, saya juga masih ada deadline naskah antologi yang harus diselesaikan. Belum lagi harus mengedit naskah novel yang sedang digarap. Dengan beberapa agenda saya berharap bisa lebih produktif lagi, minimal menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

Godaan untuk saat ini seringkali ingin ikut berbagai aktivitas yang semua terlihat menarik. Namun apa dikata seringkali waktu, tenaga dan pikiran tidak mampu melakukan semuanya. Saya menyadari sebagai seorang ibu dan istri tentu memiliki kewajiban yang harus diutamakan. Menimbang keterbatasan saya itulah tidak ingin lagi mengikuti semua aktivitas yang menggiurkan. Saya akan berusaha fokus dengan prioritas dan agenda yang sudah saya rencanakan.

Saya hanya berharap semoga di bulan Agustus ini saya bisa menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Terlepas dari semua itu semoga Allah melancarkan semuanya. Aamiin.

Sekian curhat colongan dari emak-emak yang sabtu malam masih nonton film. sendirian disambi menulis kejar setoran 😂.

@fitrianelestari

Posted in CatatanNe, Parenting

“Toko Kue Kila”

Bismillahirrohmanirrohiim

Dok. Pribadi : Kreasi Dough Kila

Masih mencoba untuk berkreasi dengan aneka mainan. Tema kali ini berkreasi dengan dough. Meskipun play dough punya Kila hanya ada dua warna, hijau dan kuning tapi enggak mengurangi asiknya dia berkreasi.

Sejak pagi Kila sudah berkali-kali menagih janji saya bahwa hari ini kami akan bermain dough. Namun yang namanya emak-emak dengan dua balita, tentu saya harus menyelesaikan urusan pagi mereka dulu. Mandi dan sarapan beres baru deh bisa dimulai menjalankan aktivitas yang lain.

Akhirnya menjelang siang baru kami mulai bermain dengan dough. Waktu saya tanya dia mau bikin apa dengan dough, jawabnya dinosaurus. Saya pun mengiyakan saja apa maunya. Namun saat kami mulai menggelar mainan, ternyata dia berubah pikiran.

Selain menggambar, Kila memang suka sekali bermain masak-masakan dan bermain jual beli makanan gitu. Pokoknya permainan berbau cewek banget deh. Nah sesuai kesukaan dia, kali ini kreasinya membuat aneka kue dan roti dengan berbagai bentuk. Tidak jadi membuat dinosaurus dan kawan-kawannya.

Untuk membuat aneka bentuk kue dan roti kami menggunakan cetakan kue. Ada juga beberapa cetakan fun dough milik Kila. Sebenarnya tidak harus menggunakan cetakan kue asli juga nggak apa-apa kok. Hanya saja karena memang kami ada cetakan-cetakan yang tidak terpakai, jadi kenapa tidak dimanfaatkan saja sekalian untuk bermain dan belajar.

Setelah beberapa kue dan roti ala dough jadi, Kila membuat nama toko untuk bermain jualan kue-kuenya. Jadilah Toko Kue Kila. Anggap saja sebagai doa siapa tahu kelak dia punya toko kue beneran. Aamiin.

Saya tidak pernah memaksa dia
untuk menyukai sesuatu, apalagi usia dia sekarang tentu masih banyak yang peelu dieksplore. Belum tentu yang dia sukai sekarang adalah bakatnya, pun sebaliknya yang tidak pernah dia sentuh bukan keahliannya. Sebagai orang tua saya hanya berusaha memfasilitasi dan menstimulasi daya kreativitasnya. Sekaligus memonitor ke arah mana bakatnya nanti. Meski kalau ini perlu talent mapping juga sih kayaknya hehe. Penting anaknya bahagia menjalani segala aktivitas kesehariannya dalam bermain dan sekaligus belajar.

@fitrianelestari

Posted in Uncategorized

Kreasi dengan Daun

Bismillahirrohmanirrohiim

Setelah sebelumnya Kila berkreasi dengan melukis batu, kali ini Kila akan berkreasi dengan daun. Hmm kira-kira mau membuat apa ya dengan daun. Setelah coba googling mencari inspirasi, ternyata ada banyak sekali hasilnya. Sanpai bingung sendiri saking banyak dan inspiratif semua. Dari pada bingung saya coba tanyakan langsung ke Kila mau membuat apa. Tercetuslah ide yang enggak jauh-jauh dari hobi dia.

Yup! Kila yang memang hobi menggambar tapi enggak hobi mewarnai ini masih berkreasi seputar gambar. Seperti biasa Kila suka sekali menggambar orang. Kali ini dia sedang suka menggambar seorang putri dengan istananya. Terkadang putri sendirian, lain kali bersama adiknya pangeran kecil, atau lengkap bersama dengan kedua orang tuanya. Terkadang juga bersama kucing peliharaan.

Kreasi Daun oleh Kila

Nah seperti terlihat pada gambar, Kila menggambar seorang putri bersama dengan mama putri. Di sampingnya ada istana dan juga tangga. Menurutnya waktunya adalah saat malam hari, terlihat gambar bulan separuh. Eh tapi kok ada awan? iya, malam kan juga ada awan ya cuma enggak kelihatan karena gelap, tapi sama Kila tetap digambar. Lali di samping istana kanan dan kiri ada api obornya.

Untuk gambar putri dan mama putri terlihat mereka saling bersitatap. Lalu yang di pegang mama putri itu bukan dompet ya, kata Kila itu peta. Katanya lagi, mereka mau pergi ke hutan mencari dedaunan 😅. Entahlah dedaunan itu untuk apa maksudnya.

Lalu di mana kreasi daunnya? Nah,itu tuh bagian bawah gaun yang dipakai oleh si putri dan mamanya. Gambar aslinya mama putri itu pakai gamis panjang, tapi bawahnya lebar seperti rok katanya. Iya, kreasinya memang hanya itu, tapi tetap suka karena yang penting prosesnya.

Proses menggunting dan menempel daun

Kila yang menggunting, mengelem dan menempel, saya yang membantu mengarahkan. Alhamdulillah kemampuan mengguntingnya sudah ada kemajuan. Tulisan nama Kila dan Mama dia tulis sendiri, entah ide dari mana ditulis keriting begitu. Lebih kreatif dari mamahnya nih 😄.

Kreasi kali ini melatih konsentrasi kesabaran, kehati-hatian juga. Selain itu juga berpikir kreatif dan imajinasi.
Oh iya, bahan yang digunakan dalam kreasi kali ini antara lain; kertas, spidol, daun, gunting, dan lem. Semua bahan yang memang tersedia di rumah.

Selamat berkreasi dan yang penting semua bahagia.

@fitrianelestari

Posted in CatatanNe, Parenting

Kila Melukis Batu

Bismillahirrohmanirrohiim

dok. pribadi : Kila Melukis Batu

Pertama kalinya ikut tantangan kegiatan bersama anak. Sebenarnya ini semacam menantang diri sendiri juga. Kali ini tantangan dari @familiakreativa @gagas.karya menawarkan ide berkreasi dengan berbagai tema yang sudah ditentukan setiap pekannya.

Tantangan pertama adalah Melukis Batu. Berhubung sudah mepet ikutnya karena memang baru tahu. Tapi tidak mengurangi keseruan prosesnya. Dari menyiapkan batu-batu kecil yang memang ada di teras rumah, sampai pewarnanya.

Bahan yang disiapkan untuk melukis batu antara lain:
1. Batu kecil pilih yang agak pipih.
2. Pewarna makanan
3. Tepung terigu
4. Palet untuk mencampur warna
5. Sikat gigi bekas untuk kuas
6. Spidol kapur cair

Awalnya menggunakan pewarna makanan dicampur tepung, tapi ternyata warnanya kurang maksimal. Mungkin komposisinya ada yang kurang. Kemudian ingat kalau Kila punya spidol kapur cair, jadilah sebagian menggunakan spidol kapur cair untuk melukis batunya.

Kila menuliskan inisial namanya di batu. Kemudian menggambar beberapa bunga. Kata Kila bunganya sedang pose duduk, jadi itu bunga duduk di pot. Sialkan semau dia aja deh ya enggak apa-apa 😄. Selain bunga dia juga menggambar beberapa hewan seperti zebra dan gajah. Ada juga beberapa ekspresi seperti marah dan tersenyum.

Di video Kila sedang melukis batu, ceritanya mau gambar zebra tapi pas sudah jadi, ternyata belangnya warna ungu. Saya bebaskan saja dia berkreasi, tanpa intervensi yang penting hepi 😁. Namanya anak-anak imajinasinya tinggi.

Bicara tentang menggambar, Kila memang hobi corat-coret sejak umur 2 tahunan hingga sekarang 5 tahun usianya. Entah sudah berapa rim kertas hvs yang dipakainya untuk menggambar. Biasanya kertas yang digunakan adalah kertas bekas print, kertas bekas dari kantor papanya dan buku bekas.

Dok. Pribadi : salah satu contoh gambar Kila

Dari waktu ke waktu gambarnya semakin banyak. Kalau kertas habis, buku habis dia akan uring-uringan dan meminta kertas atau buku. Kalau sedang menggambar dia bisa asik sendiri. Tidak peduli dengan sekitar. Namun dia juga anak yang tidak suka dengan kebisingan saat sedang menggambar, harus dalam keadaan tenang.

Untuk mengatasi agar tidak boros kertas, saya pun membelikannya Blackboard Book atau papan tulis berbentuk buku. Menggambarnya dengan spidol kapur cair yang bisa dihapus dan digambar berkali-kali. Sebagai orang tua saya hanya berusaha memfasilitasi kebutuhan anak. Saya tidak memaksakan dia untuk menjadi jago gambar, hanya memberikan dia kebebasan untuk berekspresi dengan caranya.

@fitrianelestari